Pengertian dan Contoh Penarikan Sampel dari Populasi
Penelitian adalah penyelesaian masalah melalui metode-metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini ditempuh oleh mahasiswa sebagai acuan dalam mengerjakan tugas akhir penelitian maupun dalam melakukan penelitian tentang masalah-masalah pendidikan yang ada di sekitar agar dapat dicari penyelesaiannya secara ilmiah.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai populasi dan sampel dalam penelitian, yang pembahasannya meliputi pengertian populasi, pengertian sampel, jenis populasi,dan jenis / ragam sampel.
Diharapkan dengan makalah tentang populasi dan sampel dalam penelitian ini mahasiswa diharapkan dapat memahami populasi dan saampel penelitian sehingga akan lebih memudahkan ketika nanti melakukan penelitian dan dapat menentuka sampel yang tepat baik dalam kuantitas maupun kualitasnya. Dengan penentuan sampel yang tepat hasil dari penelitian yang berupa sebuah penyelesaian masalah dapat lebih akurat.
Pengertian populasi yang lain disebutkan bahwa Populasi atau bisa disebut “Universe” adalah keseluruhan elemen yang akan dijelaskan oleh seorang peneliti dalam penelitiannya. Populasi tersebut bisa berbentuk obyek, air, udara, ataupun manusia. Populasi bisa memiliki jumlah yang besar maupun kecil, serta bisa diketahui sifat ataupun variasinya, mungkin itu heterogen atau homogen.
Jika dalam sebuah penelitian populasi memiliki jumlah yang besar, maka kita dapat meramalkan tanggapan seluruh anggota kelompok dengan menggunakan sub-kelompok atau sampel. Namun demikian, jika populasinya kecil atau sedikit maka kita dapat meramalkan tanggapan dengan melibatkan seluruh populasi agar dapat ditarik kesimpulan.
Namun disini, populasi tidak boleh dikacaukan dengan sampel. Sampel adalah perwakilan dari populasi. Dalam hal ini, jika jumlah sampel dan populasi adalah sama, maka penelitian tersebut dinamakan dengan sensus. Sering terjadi dalam penelitian, jumlah sampel yang diambil lebih sedikit dari pada jumlah populasinya. Namun yang terpenting adalah cara mengambil sampel. Karena dalam sampel yang berjumlah besar bisa menyesatkan jika teknik sampelnya salah. Sebaliknya, sampel kecil sudah cukup memadahi jika teknik samplingnya benar. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel, untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
Teknik sampling tergantung pada sifat populasi, semakin homogen populasi maka akan semakin kecil sampelnya. Semakin heterogen populasi maka akan semakin besar sampelnya. Oleh karena itu, dalam metodologi penelitian dikenal beberapa macam teknik sampling,misalnya teknik acak (random), acak terstrata, clauster, serta purposife.
Populasi dan sampel juga tidak boleh dikacaukan dengan responden. Banyak penelitian yang mempunyai populasi dan sampel tetapi tidak mempunyai responden. Selain itu, banyak juga penelitian yang tidak mempunyai populasi dan sampel, tetapi membutuhkan responden. Responden adalah orang yang memberikan informasi sesuai permintaan ataupun pertanyaan kita.
Dalam pelaksanaan suatu penyelidikan, kadang-kadang populasi sasaran kita demikian besarnya sehingga akan lebih mudah jika kita menggunakan tanggapan sub-kelompok dalam meramalkan tanggapan seluruh anggota kelompok. Hal ini cocok sekali apabila kita menggunakan sampel atau sub-kelompok dari pada menggunakan seluruh anggota atau populasi. Namun demikian, ada beberapa penelitian survei dalam bidang pendidikan, psikologi dan bidang-bidang disiplin ilmu lain yang tidak memerlukan sampel karena kecilnya ukuran poulasi yang akan diteliti. Sebagai contoh, jika kita ingin mengetahui bakat montir dari 50 siswa sekolah lanjutan tingkat atas, maka jalan terbaik yang kita lakukan adalah kita memberikan tes bakat montir untuk seluruh siswa tersebut. Hal ini karena populasinya hanya 50 siswa.
Demikian pula halnya, apabila populasinya besar dan kita ingin melibatkan setiap anggota populasi maka pengambilan sampel tidak diperlukan. Contohnya adalah sensus yang dilakukan oleh setiap negara.
Seringkali dalam pengambilan sampel penelitian, tidak dapat dihindari untuk mempertimbangkan waktu, biaya, dan tenaga, selanjutnya tidak melakukan studi pada semua anggota populasi. Akan tetapi, sepangjang sampel yang digunakan porsinya cukup mewakili populasi, maka kita dapat menggeneralisasikannya dan yakin bahwa generalisasi yang diambil dapat menggambarkan populasi, sehingga penemuan dan kesimpulan yang diperoleh dari sampling tersebut adalah sah (valid).
Berikut adalah beberapa keuntungan jika penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel, yaitu:
Selain itu populasi juga dapat dibedakan kedalam hal sebagai berikut:
Populasi teoritis
Populasi tersedia
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai populasi dan sampel dalam penelitian, yang pembahasannya meliputi pengertian populasi, pengertian sampel, jenis populasi,dan jenis / ragam sampel.
Diharapkan dengan makalah tentang populasi dan sampel dalam penelitian ini mahasiswa diharapkan dapat memahami populasi dan saampel penelitian sehingga akan lebih memudahkan ketika nanti melakukan penelitian dan dapat menentuka sampel yang tepat baik dalam kuantitas maupun kualitasnya. Dengan penentuan sampel yang tepat hasil dari penelitian yang berupa sebuah penyelesaian masalah dapat lebih akurat.
PENGERTIAN POPULASI
Dalam sebuah penelitian kita sering menyebut istilah populasi. Populasi merupakan suatu keseluruhan obyek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuhan, nilai tes atau peristiwa-peristiwa, yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian.Pengertian populasi yang lain disebutkan bahwa Populasi atau bisa disebut “Universe” adalah keseluruhan elemen yang akan dijelaskan oleh seorang peneliti dalam penelitiannya. Populasi tersebut bisa berbentuk obyek, air, udara, ataupun manusia. Populasi bisa memiliki jumlah yang besar maupun kecil, serta bisa diketahui sifat ataupun variasinya, mungkin itu heterogen atau homogen.
Jika dalam sebuah penelitian populasi memiliki jumlah yang besar, maka kita dapat meramalkan tanggapan seluruh anggota kelompok dengan menggunakan sub-kelompok atau sampel. Namun demikian, jika populasinya kecil atau sedikit maka kita dapat meramalkan tanggapan dengan melibatkan seluruh populasi agar dapat ditarik kesimpulan.
Namun disini, populasi tidak boleh dikacaukan dengan sampel. Sampel adalah perwakilan dari populasi. Dalam hal ini, jika jumlah sampel dan populasi adalah sama, maka penelitian tersebut dinamakan dengan sensus. Sering terjadi dalam penelitian, jumlah sampel yang diambil lebih sedikit dari pada jumlah populasinya. Namun yang terpenting adalah cara mengambil sampel. Karena dalam sampel yang berjumlah besar bisa menyesatkan jika teknik sampelnya salah. Sebaliknya, sampel kecil sudah cukup memadahi jika teknik samplingnya benar. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel, untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
Teknik sampling tergantung pada sifat populasi, semakin homogen populasi maka akan semakin kecil sampelnya. Semakin heterogen populasi maka akan semakin besar sampelnya. Oleh karena itu, dalam metodologi penelitian dikenal beberapa macam teknik sampling,misalnya teknik acak (random), acak terstrata, clauster, serta purposife.
Populasi dan sampel juga tidak boleh dikacaukan dengan responden. Banyak penelitian yang mempunyai populasi dan sampel tetapi tidak mempunyai responden. Selain itu, banyak juga penelitian yang tidak mempunyai populasi dan sampel, tetapi membutuhkan responden. Responden adalah orang yang memberikan informasi sesuai permintaan ataupun pertanyaan kita.
PENGERTIAN SAMPEL
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul mewakili.Dalam pelaksanaan suatu penyelidikan, kadang-kadang populasi sasaran kita demikian besarnya sehingga akan lebih mudah jika kita menggunakan tanggapan sub-kelompok dalam meramalkan tanggapan seluruh anggota kelompok. Hal ini cocok sekali apabila kita menggunakan sampel atau sub-kelompok dari pada menggunakan seluruh anggota atau populasi. Namun demikian, ada beberapa penelitian survei dalam bidang pendidikan, psikologi dan bidang-bidang disiplin ilmu lain yang tidak memerlukan sampel karena kecilnya ukuran poulasi yang akan diteliti. Sebagai contoh, jika kita ingin mengetahui bakat montir dari 50 siswa sekolah lanjutan tingkat atas, maka jalan terbaik yang kita lakukan adalah kita memberikan tes bakat montir untuk seluruh siswa tersebut. Hal ini karena populasinya hanya 50 siswa.
Demikian pula halnya, apabila populasinya besar dan kita ingin melibatkan setiap anggota populasi maka pengambilan sampel tidak diperlukan. Contohnya adalah sensus yang dilakukan oleh setiap negara.
Seringkali dalam pengambilan sampel penelitian, tidak dapat dihindari untuk mempertimbangkan waktu, biaya, dan tenaga, selanjutnya tidak melakukan studi pada semua anggota populasi. Akan tetapi, sepangjang sampel yang digunakan porsinya cukup mewakili populasi, maka kita dapat menggeneralisasikannya dan yakin bahwa generalisasi yang diambil dapat menggambarkan populasi, sehingga penemuan dan kesimpulan yang diperoleh dari sampling tersebut adalah sah (valid).
Berikut adalah beberapa keuntungan jika penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel, yaitu:
- Karena menghemat dari segi waktu, tenaga dan biaya karena subyek penelitian sampel relative lebih sedikit dibanding dengan study populasi.
- Dibanding dengan penelitian populasi penelitian sampel lebih baik karena apabila penelitian populasi terlalu besar maka dikhawatirkan ada yang terlewati.
- Pada penelitian populasi akan terjadi kelelahan dalam pencatatan dan analisisnya.
- Adakalanya penelitian populasi tidak lebih baik dilaksanakan karena terlalu luas populasinya.
JENIS POPULASI
Berdasarkan kegunaannya sebagai penelitian, populasi dapat dibedakan menjadi:- Populasi terbatas atau populasi terhingga
- Populasi tak terbatas atau populasi tak terhingga
Selain itu populasi juga dapat dibedakan kedalam hal sebagai berikut:
Populasi teoritis
Yaitu sejumlah populasi yang batasannya ditetapkan secara kuantitatif.
Populasi tersedia
Yaitu sejumlah populasi yang secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan tegas.Populasi sebagai penelitian ditinjau dari sifatnya, yaitu:
Perbedaan sampel judgemental dan sampel statistical, yaitu:
- Populasi bersifat homogen
- Populasi bersifat heterogen
JENIS ATAU RAGAM SAMPEL
Menurut Rath & Srong’s jenis sampel dibedakan menjadi dua, yaitu:- Sampel judgemental
- Sampel statistical
Perbedaan sampel judgemental dan sampel statistical, yaitu:
- Sampel judgemental dipilih berdasarkan pengetahuan dan pengalaman, sedangkan sampel statistical dipilih secara acak.
- Sampel judgemental hanya sebagian kecil populasi yang diikutsertakan dalam proses seleksi, sedangkan sedangkan pada sampel statistical seluruh populasi diikutsertakan dalam proses seleksi.
- Pada sampel judgemental sampel dianggap mewakili populasi, sedangkan sampel statistical sampel mewakili seluruh populasi.
- Sugiono, 2011. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&B, Bandung: Alfabeta.
- Sevilla, Consuelo G. ,dkk. ,2006. Pengantar Metode Penelitian , Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).
Komentar
Posting Komentar